Cara Export Semua Konten dari WordPress (Post, Media, User, Data SEO)

Layar Tools → Export di WordPress kelihatannya mengerjakan seluruh tugas. Kenyataannya tidak. File WXR yang dihasilkannya memang berisi post dan halaman, tapi ia hanya mereferensikan gambar-gambarmu tanpa menyertakannya, melewatkan sebagian besar data plugin, dan sama sekali tidak tahu soal metadata SEO-mu. Kalau kamu export hanya dengan tool bawaan lalu menghapus situs lama, ada hal-hal yang hilang dan pasti kamu cari lagi nanti. Begini cara export semua konten dari WordPress, lapis demi lapis.

Daftar Isi
Lapis 1: Konten — Export WXR
Tetap mulai dari export standar; ini format yang paling didukung untuk konten. Buka Tools → Export → All content, atau pakai WP-CLI di server untuk situs besar: perintah wp export menghindari timeout browser yang diam-diam memotong export berukuran besar. File WXR (WordPress eXtended RSS) mencakup post, halaman, komentar, kategori, tag, custom field, dan menu navigasi.
Yang tidak disertakan WXR, memang begitu desainnya:
- File media yang sebenarnya — hanya URL-nya
- Pengaturan theme dan plugin
- Konfigurasi widget dan opsi situs
- Password user dan role di luar atribusi penulis dasar
- Custom post type, kecuali kamu memilih 'All content' dan bukan subset terfilter
Lapis 2: Media — Direktori Uploads
Gambar-gambarmu tinggal di wp-content/uploads, tersusun dalam folder tahun/bulan. Ambil seluruh direktori lewat SFTP, atau zip dulu di server (jauh lebih cepat untuk library berukuran gigabyte). Dua detail penting untuk platform tujuan:
- WordPress membuat beberapa ukuran dari setiap upload (thumbnail, medium, large). Biasanya kamu hanya butuh yang original — file ukuran penuh tanpa dimensi di nama file-nya.
- Konten post mereferensikan gambar dengan URL absolut. Apa pun yang mengimport kontenmu harus menulis ulang URL itu atau mengunduh file-nya — pastikan yang mana yang dilakukan CMS tujuanmu, karena gambar rusak adalah bug pasca-migrasi paling umum.
Lapis 3: Metadata SEO — Bagian yang Semua Orang Lupa
Title dan meta description dari Yoast, Rank Math, atau All in One SEO tidak ada di export standar dalam bentuk yang bisa dipakai. Mereka tinggal di tabel postmeta dengan key spesifik per plugin (Yoast memakai _yoast_wpseo_title dan _yoast_wpseo_metadesc). Kehilangan data ini berarti setiap halaman mulai dari nol untuk meta description — risiko ranking nyata di atas migrasi itu sendiri, seperti kami bahas di apa yang terjadi pada SEO saat kamu migrasi dari WordPress.
Tiga cara mengeluarkan data SEO, diurutkan dari yang paling andal:
- Query SQL langsung ke postmeta, diexport ke CSV dan dipetakan ke field SEO platform baru
- Tool export milik plugin SEO-nya sendiri, kalau ada (export Yoast mencakup pengaturan, bukan data per-post — cek dulu sebelum mengandalkannya)
- Tool migrasi atau importer yang membaca key plugin itu secara native
Lapis 4: User dan Penulis
WXR membawa penulis sebagai atribusi pada post, tapi bukan akun user lengkap — dan password di-hash dengan skema khas WordPress yang kemungkinan besar tidak diterima platform baru. Export tabel users (atau Users → All Users dengan plugin) untuk menyimpan nama, email, dan bio, lalu rencanakan semua orang membuat password baru di sistem baru. Untuk kebanyakan situs marketing ini cuma lima akun; untuk publikasi multi-penulis, layak dibuatkan spreadsheet pemetaan ID penulis lama ke byline baru.
Lapis 5: Dump Database Penuh — Polis Asuransimu
Terakhir, ambil mysqldump lengkap dari database, meskipun mungkin tidak akan pernah kamu buka. Ini satu-satunya export yang berisi segalanya: isian form, order WooCommerce, komentar yang menunggu moderasi, tabel plugin. Enam bulan setelah migrasi, saat seseorang menanyakan testimoni yang dulu ada di situs lama, dump ini menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab file WXR mana pun. Simpan bersama backup uploads dan pertahankan keduanya minimal setahun.
Contoh Nyata
Export blog 300 post yang tipikal terlihat seperti ini: satu file WXR (~15 MB), direktori uploads (2–10 GB), CSV metadata SEO (300 baris), CSV user (beberapa baris), dan satu dump database. Itu bahan mentah lengkap untuk tahap import — yang dilanjutkan oleh checklist migrasi lengkap. Kalau EmDash tujuannya, panduan migrasi WordPress ke EmDash menunjukkan sisi import dari proses yang persis sama, dan panduan pengganti plugin membahas apa yang menggantikan plugin-plugin yang datanya baru saja kamu selamatkan.








Komentar